Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama

Cikal Bakal Yonif 623/BWU

Yon 600/ RAIDERS KAL terbentuk atas dasar pemikiran sistem pertahanan kewilayahan, serta terdorong oleh keinginan untuk merpertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dimana pada waktu itu pulau Kalimantan mempunyai Komando kewilayahan yang disebut KOANDAKAL( Komando Antar Daerah Kalimantan). Maka berdasarkan Radiogram MEN/ PANGAD No. TR – 517/ 1961 dan Surat Keputusan DEJAH KOANDA KAL No. KPTS -14/ 3/ 1961 tanggal 17 Maret 1961 dibentuklah Yon 600 RAIDERS KAL yang diresmikan pada tanggal 22 Maret 1961 bertempat dihalaman MA KOANDA KAL oleh DEJAH KOANDA KAL. BRIG. DJEN. TNI. H. HASAN BASRI.

Gagasan ini timbul pada saat bergolaknya pemberontakan gerombolan DI/TII di Jawa Barat pada tahun 1961, sehingga dibentuklah “Batalyon Banteng Raiders” oleh Almarhum Jenderal Ahmad Yani dan selanjutnya dibentuk pula di tiap-tiap Kodam setelah beliau menjadi Panglima Angkatan Darat.

Kata-kata Raiders diambil dari suku kata “RAID” yaitu gerakan pendadakan. Raiders lebih banyak diartikan suatu pasukan yang bertugas sebagai pemukul pertama setiap menghadapi musuh. Mako Yon Raiders terdapat di Sungai Ulin, Kalimantan Selatan, raiders merupakan pasukan yang bertugas sebagai pemukul pertama setiap menghadapi musuh. Yon 600/Raiders pada waktu itu komando pengendaliannya langsung dibawah MABAD (Markas Besar Angkatan Darat). Untuk memperoleh kualifikasi raider itu sendiri tidak mudah, Pada waktu itu angkatan Raiders pertama sampai ke empat dilatih oleh RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) serta para pelatih dari PLP (Pusat Latihan Pertempuran) RINDAM X/Lambung Mangkurat. Setelah dilatih secara keras dan disiplin maka didapatkanlah ilmu-ilmu raid serta berhak mendapatkan kualifikasi Raider.

Tidak dapat kita sangsikan lagi bahwa lahirnya Yon 600 RAIDERS KAL, adalah karena semangat perjuangan Bangsa Indonesia untuk melaksanakan Revolusi Indonesia, karena itu sah apabila Yon 600 RAIDERS KAL dinyatakan sebagai anak kandung Revolusi. Anak kandung Revolusi yang berarti bahwa Yon 600 RAIDERS KAL adalah perwujudan dari semangat perjuangan DWIKORA dan REVOLUSI. Karena semangat perjuangan dan karena kebutuhan mendesak maka pada waktu bergolaknya pemberontakan DI/TII sehingga terbentuklah Yon 600 RAIDERS KAL.

Asal mula Personel kesatuan Yon 600 RAIDERS KAL diambil dari 5 Komando Daerah Militer, antara lain:

  • 1 Kompi Senapan dari Kodam IX/ Mulawarman.
  • 1 Kompi Senapan dari Kodam X/ Lambung Mangkurat.
  • 1 Kompi Senapan dari Kodam XI/ Tambun Bungai.
  • 1 Kompi Senapan dari Kodam VII/ Wira Buana.
  • 1 Kompi Senapan dari Kodam XII/ Tanjungpura.

Bila dibandingkan dengan pasukan-pasukan lainnya yang dibentuk ketika itu, maka Batalyon ini termasuk yang belum sepenuhnya lengkap personelnya tetapi pasukan-pasukan Raiders/600 mempunyai kemampuan yang dapat dibanggakan karena setiap penugasan selalu berhasil. Sementara itu persenjataan Batalyon semakin bertambah yang diperoleh dari hasil petempuran sehingga akhirnya Batalyon Raiders/600 ini dibanggakan dalam hal jumlah persenjataanya.

Pemenuhan kebutuhan personel diambil dari kodam-kodam baik di pulau Kalimantan maupun di luar pulau Kalimantan. Sehingga anggota prajurit Batalyon Infanteri 623/BWU mempunyai keanekaragaman budaya dan suku, tidak hanya orang Kalimantan saja. Selama kurun waktu 1961-1966 Yon 600/Raiders banyak melakukan penugasan dan Pendidikan Para di Batujajar Sehingga banyak kekurangan personel di Home Base.

Penggembelengan di medan laga akhirnya menyebabkan Yon 600/Raiders menjadi dewasa,, dalam usia maupun pengalaman. Pertama kali bertugas pada tahun 1961 melaksanakan operasi Ibnu Hajar di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dengan kekuatan 2 kompi. Selama 9 bulan dalam penugasannya memerangi pemberontakan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dapat berjalan dengan sukses.

Pada tahun 1962 melaksanakan operasi DI/TII Karto Suwiryo di Jawa Barat, sebanyak 4 kompi diberangkatkan ke Jawa Barat untuk menumpas pemberontakan DI/TII Karto Suwiryo selama 9 Bulan. Setelah tertangkapnya Karto Suwiryo di Jawa Barat dan DI/TII pun mulai reda Yon 600/Raiders pun kembali ke Home Base dengan hasil yang membanggakan.

Seiring dengan berjalannya waktu selama 9 tahun serta telah selesainya pendidikan PARA di Pusdik Passus yang bertempat di Batujajar Jawa Barat. Pada saat semua personel 600/Raiders telah mempunyai kualifikasi PARA, maka pada tanggal 17 Juli 1969 diubah menjadi Yon 600 Linud KOANDA KAL serta menerima Tunggul “BHAKTI WIRA UTAMA”.

Pada tanggal 30 Januari diubah lagi menjadi Yon Linud Dam X/LAM, selama berubah menjadi Yon Linud melaksanakan terjun penyegaran di Mako Batalyon Sungai Ulin sebanyak 4 kali. Dengan sebelumnya melaksanakan ground training di Home Base dan diterjunkan menggunakan pesawat hercules AURI dari Bandara Samsudin Noor. Pada tanggal 1 April 1971 berubah lagi menjadi Yonif Linud 600 Dam X Lambung Mangkurat. Selama menjadi Batayon Lintas Udara banyak pengabdian satuan di dalam penugasan antara lain operasi Seroja di timor-timur.

Pada tanggal 31 Maret 1976 diadakan reorganisai dari Yonif Linud 600 Dam X/Lambung Mangkurat menjadi Yonif 623/BS. Lebih kurang kurun waktu sepuluh tahun diubah lagi menjadi Yonif 623/BS PPRC. Pada saat menjadi PPRC batalyon mempunyai kompi pemukul yaitu Kompi Senapan A yang mempunyai tim inti pasukan berkendaraan patroli bermotor. Pada tanggal 1 April 1986 berubah menjadi Batalyon Infanteri 623/ Wira Utama sebagai batalyon teritorial dibawah Korem 101/Antasari. Selama menjadi batalyon teritorial melaksanakan berbagai penugasan diantarnya Timor-timur, Irian Jaya, Maluku, Aceh Barat, perbatasan Kalimantan Timur-Malaysia.

Perubahan-perubahan yang dialami Yonif 623/BWU

Berdasarkan ST Men Pangad Nomor ST/ 517/ 1961 dan surat keputusan Dejah Koanda Kal tanggal 17 Maret 1961 sebagai satuan pemukul KOANDA KAL dengan nama Yon 600/ Raiders Kal.

Berdasarkan Surat Keputusan PANGANDA KAL. No. KEP-1/ 1/ 1961 tanggal 3 Januari 1969 status Yon 600 RAIDERS KAL. Diubah menjadi Yon 600 LINUD KOANDA KAL. Sebagai kelanjutan pembaharuan seluruh Infanteri Angkatan Darat, yang kemudian disusul pada tanggal 17 Juli 1969 Yon 600 LINUD KOANDA KAL menerima Tunggul “BHAKTI WIRA UTAMA“, berdasarkan Surat Perintah PANGANDA KAL. No. PRINT – 362/ 9/ 1969 tanggal 10 September 1969.

Berdasarkan Skep Panganda Kal Nomor Skep / 3 / I / 1970 tanggal 30 Januari 1970 Yon 600 Linud Kal diubah menjadi Yon Linud Dam X /Lambung Mangkurat.

Berdasarkan Skep Pangdam X/ Lam Nomor Skep/ 017-2/ II/ 1970 tanggal 17 Pebruari 1970 dan Skep Pangdam X/ Lam Nomor Skep/ 034-2/ IV/ 1971 tanggal 01 April 1971 berubah menjadi Batalyon Infanteri Lintas Udara 600 Dam X /Lambung Mangkurat.

Berdasarkan Skep Pangdam X/ Lambung Mangkurat Nomor Skep/ 081/ 2/ III/ 1976 tanggal 31 Maret 1976 diadakan reorganisasi dari Yonif Linud Dam X/Lambung Mangkurat menjadi Yonif 623/ BS.

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VI/ Tpr Nomor Sprin/ 1384 / XII / 1985 tanggal 16 Desember 1985 menjadi Yonif 623/ BS PPRC.

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VI/ Tpr Nomor Sprin/ 498 / III / 1986 tanggal 21 Maret 1986 menjadi Yonif Ter Yonif 623/ BWU Korem 101/ Ant TMT 01 April 1986 s/d sekarang.

Letak kedudukan dan luas Yonif 623/BWU

Markas Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama Jl. Ir. PM. Noor Rt. 022 Rw. 05 Kel. Sungai Ulin Kec. Banjarbaru, Kota Banjarbaru. Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama terdiri dari 5 Kompi 2 Kompi di dalam Markas Batalyon sendiri yaitu Kompi Markas dan Kompi Bantuan sedangan 3 Kompi berkedudukan diluar Markas Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama yaitu berada:

  • Kompi Senapan A terletak di Daerah Kec. Liang Anggang Kota Banjarbaru dengan luas lokasi 5 Ha Jarak dari Mayon 21 Km
  • Kompi Senapan B terletak di Daerah Kec. Batulicin Kab. Tanah Bumbu dengan luas lokasi 15 Ha Jarak dari Mayon 268 Km.
  • Kompi Senapan C terletak di Daerah Kec. Pelaihari Kab. Tanah Laut dengan luas lokasi 12 Ha Jarak dari Mayon 65 Km.
  • Sedangkan Kompi Markas dan Kompi Bantuan berada di Mako Yonif 623/BWU Sungai Ulin, Kota Banjarbaru dengan luas lokasi 250 Ha Jarak dari Makorem 45 Km.