Korem 101/Antasari Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut)

Banjarmasin, Sehari setelah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) Tahun 2018 di Istana Negara, yang dipimpin lasung oleh Presiden Joko Widodo (6/2), Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya bertempat di Makorem 101/Antasari segera memanggil para Stafnya untuk menindak lanjuti terkait arahan-arahan dari Presiden RI. Rabu (7/2).
Penanganan kebakaran lahan dan hutan telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan semua pihak di antaranya, masyarakat, perusahaan, Gubernur, Walikota, Bupati, Pangdam, Danrem, Kodim, Kapolda, Kapolres yang ada di daerah-daerah.‎ Perintah dari Putra kepada Stafnya mengenai Organisasi dan Tugas (Orgas/SOP) agar segera dilaksanakan, meskipun dalam dua tahun periode 2016-2017, terdapat kemajuan yang sangat signifikan dalam penanganan karhutla yang tercermin dari data titik panas atau hot spot.
Saat ini wilayah Kalimantan Selatan potensi hujan memang masing tinggi, kita tidak bisa memprediksi kapan musim kemarau tiba, prakiraan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa kemungkinan terjadi penurunan hujan mulai bulan Juni bahkan ada beberapa daerah musim kemarau sebelum bulan Juni. Untuk itu deteksi dini harus terus dilakukan, dari pencegahan. Jangan sampai sudah terjadi kebakaran baru kita kelabakan, tetapi yang paling penting baru ada api kecil sudah harus dipadamkan.
Oleh karenanya mulai saat ini harus segera mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat khususnya daerah-daerah yang rawan dengan kebakaran lahan. Ingatkan dan pastikan para pengelola lahan atau kawasan atas kewajiban menjaga wilayah kerjanya masing-masing dengan penuh rasa tanggungjawab, menyiapkan sarana dan prasarana, personil yang memadai dalam mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan.
Kesiapan ketersediaan SDM dan peralatan harus terus dicek, diperhatikan, termasuk dalam pengaktifan satgas, libatkan masyarakat dalam tindakan-tindakan pencegahan. Sekali lagi, pencegahan lebih penting, Jangan menunggu saat kejadian baru kita bergerak, Ingat pekerjaan penanganan kebakaran lahan dan hutan ini adalah pekerjaan yang berkelanjutan, tidak bisa berhenti. Perdayakan seluruh perusahaan, masyarakat, organisasi-organisasi dan Babinsa dalam pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan. Kemajuan dalam bidang kebakaran lahan dan hutan bukan untuk dipamerkan, tetapi sebagai pengingat. Ini semua bisa kita cegah kalau kita bergerak bersama-sama. Pegang Prinsip Antasari BERGERAK…!!! (berjuang gelorakan rakyat) Tertib Itu Baik. Ucap Putra. (Penrem 101/Ant)

Post Author: Korem 101 Antasari

Lelaki. Kota Banjarbaru. Kalimantan Selatan