Danrem 101/Antasari memberi materi Seminar nasional di Universitas Lambung Mangkurat.

Banjarmasin – Terorisme tidak hanya menjadi masalah di luar negeri saja. Bahkan isu teroriseme juga menjadi masalah di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk melakukan penegahan terhadap semakin maraknya kasus terorisme di Indonesia. Dalam rangka ini, Fakultas Progdi Pendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Lambung Mangkurat meyelenggarakan Seminar Nasional pada Rabu (11/4). Kegiatan bertajuk “Deradikalisasi dalam menguatkan Integritas Bangsa”. Komandan Korem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya bersama Prof Dr. Pawennari Hijjang, M.A (guru besar Antropologi UNHAS) sebagai narasumber di hadapan kurang lebih 500 para mahasiswa/i dan para pembantu rektor ULM di Aula Rektorat ULM memberikan materi tinjauan  Antropologi dan Pertahanan Keamanan.

Ketua Pelaksana, Sahlan Mattiro berharap penanganan terorisme sebagai upaya deradikalisasi. Deradikalisasi merupakan proses yang dilakukan melalui metode sistematis bagi orang-orang yang terpapar paham radikal terorisme. Melalui kegiatan ini, diharapkan para akademisi dapat menemukan model penanganan terorisme serta untuk menambah pemahaman bagi para mahasiswaa/i dimata kuliah sosiologi antropologi dalam budaya lokal, yang pada akhirnya bertujuan untuk mencegah lahirnya paham-paham radikal di kalangan mahasiswa dan pemuda khususnya di dunia kampus.

Dalam kesempatan itu, Putra meminta kepada para mahasiswa/i agar menumbuh kembangkan wawasan Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara walaupun kita berbeda suku, agama dan ras. ”Mari kita hayati tentang butir-butir wawasan Kebangsaan yg merupakan jiwa bangsa untuk mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yg besar, tanamkan jiwa nasiolinalime dan kecintaan terhadap NKRI, perkaya wawasan keagamaan, memperkokoh keyakinan diri waspadai terhadap semua provokasi, berperan aktif dalam melaporkan radikalisme dan terorisme, menyaring informasi yang di dapatkan serta ikut aktif mensosialisasikan bahayanya paham radikal.

Sementara itu, guru besar Universitas Hasanuddin Makasar Profesor Dr  Pawennari Hijang yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini mengatakan, tujuan umum deradikalisasi  untuk membuat para teroris atau kelompok yang melakukan kekerasan bersedia meninggalkan atau melepaskan diri mereka dari aksi dan kegiatan terorisme. “Selanjutnya mereka dapat mendukung program nasional dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI,” imbuhnya

Post Author: Korem 101 Antasari

Lelaki. Kota Banjarbaru. Kalimantan Selatan