Cegah Paham Radikal dan Terorisme

Korem 101/Antasari 25/07/2017

Banjarmasin, 25 Juli 2017

Hari salasa harinya panas

Bakajutan handak minum jus kanas

Banjarmasin orangnya bungas-bungas

Makanya di ngarani Banjarmasin bungas

 

Utuh mancari iwak mamakai tantaran

Sakalinya tadapat iwak haruan

Ulun datang ka Banjar sarombongan

Handak batamu pian sabarata’an

Sambut Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Sonhadji, S.I.P., M.M. dengan pantun Banjar yang sejenak para tamu undangan bertepuk tangan kagum pada acara “Komunikasi Soasial dengan Aparat Pemerintahan Prov. Kalsel. Bertempat di gedung Mahligai Pancasila yang di hadiri oleh lebih dari 300 orang undangan diantaranya Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Kapolda Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Kabinda Kalimantan Selatan, Danrem 101/Antasari, Kakorda Kemhan Kalimantan Selatan, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Kepala Pengadilan Tinggi Kalimantan Selatan, Danrindam VI/Mulawarman, Danlanud Sjamsudin Noor, Danlanal Banjarmasin, Para Kabalak, Komandan Satuan TNI dan Polri, para Kepala Desa dan Kelurahan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta para tamu undangan. Kegiatan komunikasi ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan komunikasi antara Kodam VI/Mulawarman dengan instansi Pemerintah Negara di daerah serta stage holder pemangku kepentingan di wilayah Kalimantan Selatan dalam rangka, membangun karakter bangsa melalui revolusi mental bagi setiap warga negara Indonesia dengan pembinaan ketahanan masyarakat dalam bela negara dan mengantisipasi munculnya bahaya Latin Komunis maupun paham radikalisme serta terorisme.

Golongan anti Pancasila adalah mereka yang ingin mengubah ataupun menghilangkan nilai luhur Pancasila tersebut. Di Banua tercinta ini tak ada tempat bagi golongan yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Kita nyatakan bahwa Pancasila sudah final sebagai dasar negara selamanya, tak ada yang boleh melemahkan itu berada di Kalasel ini karena daerah kita ini adalah daerah yang aman dan damai dengan beragam suku dan agama didalamnya, ujar Gubernur yang akrab di sapa Paman Birin. Sedangkan Mayjen TNI Sonhadji mengingatkan agar semua elemen mewaspadai gerakan radikal di tanah Kalimantan Selatan terutama yang ingin memecah belah NKRI.

“Tekad kita sudah bulat, Pancasila harga mati bagi dasar NKRI selamany, tidak boleh ada paham-paham yang mau mengubahnya,” tegas Pangdam. Diapun mengharap, daerah Kalsel yang sudah aman dan tentram ini harus terus dijaga, jangan sampai bibit-bibit perpecahan muncul mengemuka, karena di pastikan TNI akan selalu di depan untuk memerangi segala bentuk aksi yang merongrong NKRI ini. (Penrem 101/Ant)

 

Tentang Penulis