KASDIM MARTAPURA HADIRI PENYUSUNAN RENCANA KONTIJENSI KKM KOTA BANJARBARU

Kodim 1006/Martapura 10/10/2017

BANJARBARU — Pertumbuhan penduduk Kota Banjarbaru semakin pesatnya seiring dengan pertumbuhan dan perekonomian daerah.

Maka manfaat kesejahteraan dan kemajuan ekonomi, namun juga ada dampak negatif yang juga harus diwaspadai yakni penyebaran penyakit dari luar daerah.

Hal ini penuturan oleh Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan ketika membuka acara kegiatan rencana penyusunan kontijensi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di Kota Banjarbaru hotel Rodhita Banjarbaru. Selasa (10/10)

Dikatakan rencana kontijensi penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di wilayah kota Banjarbaru merupakan kegiatan yang penting dalam manajemen kesehatan untuk memberikan dukungan terhadap kesiapsiagaan global menghadapi ancaman darurat kesehatan.

“Kota Banjarbaru sebagai kota strategis yang mempunyai pelabuhan udara dan laut menjadi salah satu daerah yang rentan masuknya penularan penyakit dan potensi ancaman lainnya. Sehingga perlu disikapi dengan tepat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pengawasan Karantina Kementerian Kesehatan RI Syamsul Alam juga menyampaikan
dengan disahkannya Internasional Health Regulation (IHR) berdasarkan fakta bahwa kejadian kedaruratan kesehatan masyarakat tidak mengenal batas negara, artinya kejadian kedaruratan disatu wilayah menjadi ancaman wilayah lain.

Masih katanya, kejadian kedaruratan kesehatan masyarakat dapat terjadi secara importasi yaitu sumber kedaruratan berasal dari luar wilayah dan episenter yaitu sumber kedaruratan berasal dari wilayah kerja.

Kedua kondisi tersebut dapat timbul dalam situasi yang tidak dapat diprediksi sehingga pengawasan terhadap hewan yang ada dapat di perdayakan dan di awasi agar kemampuan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mencegah, mendeteksi, menangani kasus sedini mungkin akan mempengaruhi sejauh mana besaran kejadian kedaruratan dan penanganan.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari upaya menanggulangi kedaruratan dari importasi dan episenter.

Maka semua pihak yang mempunyai tugas dan fungsi dalam penanggulangan kedaruratan harus terlibat dan mendefinisikan tugas dan fungsinya secara spesifik.

“Dalam menyusun rencana kontijensi KKM ini perlu juga memperhitungkan dampak ikutan atau kedaruratan kedua yang mungkin terjadi. Seperti kemungkinan adanya isolasi wilayah yang memberikan dampak ekonomi, kerusuhan sosial yang memerlukan skenario tersendiri dan memerlukan keahlian, keterampilan serta sumber daya yang bersifat ungkapnya

Turut hadir dalam acara tersebut Kadis Provinsi Kalsel, Kadis Kesehatan kota Banjarbaru dr. Agus, Kasdim Martapura Mayor Inf Ranoviandy Choirul, S.Sos., M.M, satuan unsur TNI dan Polri, SKPD, serta para peserta KMM. (Penrem 101/Ant)

 

Tentang Penulis