Mulawarman Peduli Solusi Karhutla Kodim1003/Kdg Gelar Inovasi Teknologi Modivikasi Handtraktor Rotary Merk Quick

Hulu Sungai Selatan (10-09-2019). Salah satu tugas pokok satuan komando kewilayah adalah membantu Pemda serta untuk mengimplementasikan kegiatan nyata dalam salah satu pasal Dalam 8 wajib TNI yg berbunyi Mempelopori usaha usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya serta dalam rangka mewujudkan Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang sehat jasmani dan Rokhani serta ikut berperan serta dalam mendukung visi dan misi Bapak Bupati Hulu Sungai Selatan serta mencegah terjadinya kebakaran lahan.


Kodim 1003/Kandangan bekerjasama dengan BPBD dan Dinas Pertanian mengadakan kegiatan Inovasi teknologi tepat guna mencegah masyarakat membakar lahan berupa pelatihan modifikasi alat mesin pertanian jenis handtraktor Rotary dengan merk quick yang dilaksanakan di Desa Tinggiran Kec. Kandangan kegiatan ini merupakan kegiatan yang ke 3 kalinya dilaksanakan karena sebelumnya kegiatan ini pernah dilaksanakan di kecamatan telaga langsat dan di kecamatan kalumpang.

Dalam kegiatan inovasi teknologi ini disamping di berikan materi modifikasi alsintan Handtraktor Rotary juga langsung melaksanakan praktek Penggunaan alatnya di area lahan vegetasi ringan.

Pada kegiatan tahap yang ke 3 ini ada yang istimewa di karenakan pada saat praktek lapangan langsung dihadiri oleh staf Ahli BNPB Pusat yaitu Mayjen TNI ( Purn ) Amrin dan Marsda ( Purn ) Bonar beserta rombongan
dan berkenan utk uji coba Handtraktor rotary untuk meminimalisir pembakaran lahan persawahan Bertempat di daerah persawahan Tinggiran Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan,

Handtractor Rotary ini berfungsi untuk memudahkan dalam membersihkan jerami dan rerumputan yang ada di lahan persawahan, sehingga para petani tidak perlu membakar lahan sawahnya lagi untuk membersihkan sawahnya dan menjadikan sisa sisa jerami dan rumput tertimbun tanah sehingga dapat menjadi pupuk organik.


Pada kesempatan ini juga Staf Ahli BNPB Mayjen TNI (Purn) Amrin mengatakan “Dengan adanya inovasi modifikasi alat ini merupakan salah satu terobosan kreatif utk solusi dan cara cerdas bagi para petani untuk membersihkan lahannya, sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan serta untuk mengurangi biaya produksi sehingga penghasilan petani bisa meningkat dan secara tidak langsung kesejahteraan petani dan masyarakat bisa lebih baik ke depannya.

Dalam penjelasan singkatnya Dandim 1003/Kandangan Letkol Inf Suhardi Aji Sriwijayanto menyampaikan bahwa olah lahan khususnya di daerah persawahan itu jangan di bakar karena tanah bekas bakaran tadi bisa menjadi keras karena kekurangan unsur hara dengan kata lain kalau di bakar banyak unsur mikroorganisme tanah yg akan mati sehingga tanah menjadi keras di samping itu bekas bakaran jerami tadi hanya akan menghasilkan kandungan Silika dan Kalium. sedangkan kalau kita olah bekas jerami tadi maka akan menghasilkan pupuk organik sehingga bisa mengurangi biaya produksi khususnya penggunaan pupuk kimia adapun perbandingan kalau pupuk itu bisa kita fermentasi di lahan dengan benar maka per 1 ton GKG akan menghasilkan ± 1.5 ton jerami dan setelah di fermentasi maka akan menghasilkan pupuk/unsur N 9 kg, P 2 kg, K 25 kg, S 2 kg, Si 70 kg, Ca 6 kg, Mg 2 kg ( sumber Balitbang kementerian pertanian ).

Dengan inovasi yg sedang kita kembangkan dan lakukan ini diharapkan para petani dapat menghemat waktu, hemat biaya dan hemat tenaga sehingga dapat meningkatkan hasil Produksi disamping itu petani nantinya tidak perlu capek capek mengangkat bekas jerami dari lahan karena dg Alsintan yg kita modifikasi ini nantinya Jerami akan langsung hancur dan tercampur dengan tanah sehingga dengan sendirinya setelah itu tinggal kita lakukan pelapukan atau pembusukan.
dan yang paling penting mari kita sama sama saling bersinergi serta bahu membahu kita cegah dan minimalisir kebakaran lahan dan kami yakin itu bisa kita lakukan dengan support sepenuhnya dari bapak Bupati Hulu sungai selatan melalui dinas terkait yaitu dinas pertanian dan BPBD kabupaten.

Khusus untuk masyarakat yg mata pencahariannya berkebun jenis Holtykultura alat ini juga bisa untuk membuat bedengan dengan biaya yang cukup murah meriah dengan perbandingan kalau kita buat manual dg biaya yang berlaku di wilayah kabupaten hulu sungai selatan per meter sekitar Rp. 5000,- – Rp. 7000,- maka dalam 1 hektar kita akan mengeluarkan biaya kurang lebih 30 juta – 35 juta karena setelah jadi bedengan kita memerlukan alat lagi berupa cultivator untuk menghancurkan tanahnya sedangkan kalau pakai alat hand traktor rotary kita hanya memerlukan biaya kurang lebih sekitar 10 jt – 13 jt dan tanahnya sudah hancur dan bisa langsung di tutup mulsa.

Adapun alat alat Hand Traktor Rotari merk Quick yang perlu di modifikasi antara lain sebagai berikut :

  • penutup samping rotari yg bertujuan untuk bisa membuang tanah ke samping
  • plat dalam penahan dalam porsneling yang bertujuan agar saat Alat berjalan mundur mata Rotary bisa memutar
  • Kaki depan dengan tujuan pada saat alat mundur tidak patah apabila kaki lepas dari kedudukannya
  • penutup vanbelt dengan tujuan apabila vanbelt lepas dari kedudukannya maka kita akan mudah dan efektif untuk memasang kembali

Dalam gelar kegiatan Modifikasi dan apilkasi atau praktek lapangan yang dilaksanakan ini salah satu anggota Kodim, anggota BPBD dan dari Dinas pertanian yang menjadi moderator dan memberi contoh dalam modifikasi dan mempratekkan kegiatan ini.

Post Author: Korem 101 Antasari

Lelaki. Kota Banjarbaru. Kalimantan Selatan