Cegah Tangkal Radikalisme/Sparatisme, Kodim 1002/Barabai Gelar Komsos

BARABAI-Dalam rangka cegah tangkal Radikalisme/Sparatisme Kodim 1002/Barabai gelar Komunikasi Sosial (Komsos) di Aula Sapta Marga Jalan Telaga Padawangan Kelurahan Barabai Timur Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai tengah (HST). Rabu (9/9).

Kegiatan komunikasi sosial yang bertemakan “MERAWAT KEBHINEKAAN UNTUK TANGKAL RADIKALIME/SEPARATISME DALAM BINGKAI NKRI” diikuti oleh Anggota Yonif 621/Manuntung, Kapolsek Jajaran Polres HST, Masiswa STAI Barabai dan komponen Masyarakat dibuka oleh Plh. Pasiter Kodim 1002/Barabai Kapten Inf Moh. Alip Suroso mewakili Dandim.

Dalam sambutannya Dandim 1002/Barabai Letkol Inf Muh Ishak H.Baharuddin, S.I.P.,M.I.Pol yang disampaikan oleh Plh. Pasiter Kapten Inf Moh Alip Suroso menyampaikan bahwa Komunikasi Sosial (Komsos) dilaksanakan untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen bangsa, dalam rangka terwujudnya saling pengertian dan pemahaman tentang peran, fungsi dan tugas masing-masing, bahkan diharapkan mampu mewujudkan suatu kemampuan komponen bangsa dalam ikut mengantisipasi dan mencegah terhadap muncul atau masuknya paham radikalisme/separatisme dalam perkembangan kondisi sosial yang pesat, sehingga sedini mungkin dapat menghindari munculnya berbagai permasalahan yang akan terjadi di lapangan.”tuturnya.

Kegiatan ini digelar selain untuk melaksanakan jadwal/kalender dari komando atas, juga mengacu pada perkembangan situasi nasional, global dan internasional telah membawa dampak meningkatnya paham radikal di wilayah Indonesia.
Dihadapkan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang suku, agama, ras serta budaya yang berbeda dan pesatnya perkembangan teknologi digital memungkinkan tumbuh kembangnya paham radikal bahkan sampai menjadi tindakan/aksi terorisme secara nyata di wilayah Indonesia. Radikal yang perkembang saat ini berupa radikal kanan (Raka), radikal kiri (Raki) dan radikal lainnya (Rala) yang diimplementasikan dalam bentuk radikal gagasan, radikal separatis, radikal milisi, radikal premanisme serta radikal teroris, hal tersebut diantisipasi oleh seluruh instansi terkait terutama Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) di jajaran TNI AD.”imbuhnya.

Dengan adanya kegiatan komunikasi sosial ini diharapkan akan terwujud ketahanan wilayah yang kuat dalam rangka tetap tegak dan utuhnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Terwujudnya kesadaran tentang arti pentingnya pemahaman terhadap bahaya Radikalisme/Separatisme bagi segenap komponen bangsa dan terbentuknya Komponen bangsa yang memiliki kepribadian dan jiwa kebhinekaan guna mendukung ketahanan wilayah yang kuat dalam rangka tetap tegak dan utuhnya NKRI.

Dan lebih utama adalah terwujudnya kerja sama antara TNI AD dengan segenap komponen bangsa dalam rangka mempertahankan ideologi Pancasila melalui peningkatan pemahaman Wawasan Kebangsaan Bela Negara dan Keagamaan serta Kewirausahaan demi menjaga keutuhan NKRI.”pungkasnya.(pendim1002).