KOREM 101/ANTASARI PANTAU KEBERADAAN PUPUK ILEGAL DI WILAYAHNYA

BANJARMASIN – Masuknya ribuan pupuk illegal asal Cina ke PelabuhanTrisakti Banjarmasin tiga minngu yang lalu sampai saat ini belum jelas kelanjutannya.

Ribuan pupuk tersebut rencananya akan dikirim ke PT Graha Inti Jaya Kapuas Desa Pulau Keladan, Mentangai Kabupaten Kapuas Kalteng.

Namun karena statusnya yang bermasalah maka sampai saat ini pupuk tersebut masih berada di gudang penyimpanan Pelindo III Banjarmasin.

Sebelumnya 6.500 ton pupuk illegal tersebut terungkap oleh jajaran Korem 101/Antasari pada Jum’at(4/5) setelah Kapal Mother Vessel (MV) Toyo Maru bersandar di Pelabuhan Trisakti.

Kapenrem 101 /Antasari Mayor Inf chairul dan staf kemarin (30/5)  meninjau langsung kegudang penyimpanan bersama beberapa awak media untuk mengecek keberadaan pupuk illegal tersebut, namun karna gudang dalam keadaan terkunci hingga melakukan kordinasi tapi belum ada hasil.

“ Kita pantau terus, kalau itu sampai ada yang dibawa keluar, sebelum surat resmi dari kementerian pertanian bisa ditunjukan berarti dua kali melakukan kegiatan ilegal dan akan kita tangkap lagi,” jelas Kapenrem.

Sebelumnya, kasus pupuk ini sudah ditangani oleh penyidik Dit Reskrim Polda Kalsel, dan sejak penangkapan sampai saat ini belum diketahui siapa tersangkanya.

“ kita sudah dapat informasi kalau perusahaan sudah melakukan kontrak bahan pupuk ini  sebanyak 20 ribu ton,berarti masih 13.500 ton lagi yang akan didatangkan . 4.100 ton yang diamankan dan sekarang ditangani pihak kepolisian, hanya sepertiganya. Karna terhalang dengan pengungkapan itu,maka penyaluran jumlah lainnya belum bisa dilakukan. Bayangkan 13.500 ton akan menyusul,” kata Danrem 101/Antasari  Kolonil Inf Yudianto Putrajaya memalui Kapenrem Mayor Inf chaerul kepada wartawan, rabu 30/05/18.(Penrem 101/ant)