PERAYAAN HUT PERSIT KCK CAB. XXX DIM 1007/Bjm Ke 72 TA.2018

Persit Kartika Chandra Kirana diharapkan dapat memberikan sumbangsih bhakti lebih besar tidak hanya bagi keluarga besar TNI Angkatan Darat, namun juga untuk rakyat dan  bangsa Indonesia.

“Dengan semangat HUT Ke-72, Persit Kartika Chandra Kirana dari tahun ke tahun selalu berbenah dan meningkatkan kemampuan diri untuk dapat berkarya guna mendukung tugas TNI-AD, negara dan bangsa Indonesia,” kata Ketua Persit Cabang XXX Dori Teguh Wiratama di Banjarmasin, Kamis.

Peringatan HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-72 yang mengangkat tema “Dengan Dilandasi Keimanan dan Ketaqwaan Persit Kartika Chandra Kirana Bertekad Untuk Meningkatkan Potensi Diri, Kesehatan dan Pendidikan Keluarga Serta Kreatifitas Anggota Guna Mendukung Tugas TNI AD”, dikemas sederhana namun bermakna oleh Kodim 1007/Banjarmasin.

Dengan pakaian kebaya khas Persit, ibu-ibu yang tergabung dalam Persit Cabang XXX Kodim 1007/Banjarmasin terlihat ayu dan elegan.

Acara dimeriahkan dengan pertunjukan tari-tarian seperti Tari Gemufamire oleh anak-anak prajurit, Tari Mandau dan paduan suara oleh ibu-ibu Persit.

Selain itu ada pemberian tali asih kepada istri dari Alm Sertu Joko W yang telah meninggal dunia saat masih berstatus aktif sebagai anggota Kodim 1007/Banjarmasin.

Dandim 1007/Banjarmasin Letkol Inf Teguh Wiratama selaku pembina menyampaikan jika Persit memiliki andil besar dalam membantu tugas pokok TNI-AD.

“Prajurit akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik apabila istrinya dapat memainkan peran yang baik dalam mengurus rumah tangga dan keluarga,” katanya.

Sehingga manfaat dan peran penting Persit sebagai organisasi istri prajurit untuk memberikan arahan agar dapat mendukung tugas berat yang dijalani oleh prajurit TNI-AD begitu dirasakan keberadaannya.

“Menjadi pendamping prajurit itu tidak gampang karena kita harus mendukung serta memahami tugas dan pekerjaan suami disamping kita harus mengurus anak,” paparnya.

Di saat suami bertugas, kata Dandim, istri harus bisa mengurus rumah tangga sendirian dengan sebaik-baiknya sehingga suami tidak terbebani pikiran.

“Istri prajurit juga harus bisa hidup sederhana dan mampu mengatur perekonomian rumah tangga serta menjaga kesehatan keluarga,” pungkas Teguh.