PANGLIMA TNI : INGAT KAN PRAJURIT JAUHI PENYALAH GUNAAN NARKOBA.

Picture1MARTAPURA. Masih dalam rangkaian Upacara Bendera 17 san , yang dilaksanakan serentak diseluruh Nusantara pada jajaran TNI Senin (18/7). Kodim 1006 Martapura sendiri pelaksanaannya di laksanakan Makodim yang dipimpin oleh Perwira Penghubung Mayor lnf Wahyudi S.ag dan bertindak sebagai Komandan Upacara Danramil Martapura Kota Kapten Inf Pajiyo.

Hadir dalam Upacara Bendera Tujuh Belasan tersebut Kaminvetcad martapura Mayor Inf Bambang, Para Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim Martapura, Bintara, Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil TNI AD.

Rangkaian kegiatan Upacara Bendera kali ini di mulai dengan Laporan Komandan Upacara di lanjutkan Pengibaran Bendera Merah Putih serta Pembacaan UUD 1945, Pengucapan Sapta Marga dan Pembacaan Panca Prasetya Korpri.

Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal TNI Gatot Nurmantio dalam sambutannya secara tertulis yang di bacakan oleh Inspektur upacara mengatakan Pada kesempatan yang baik ini,saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437.H dan mengajak seluruh prajurit dan Pns TNI untuk senantiasa mengaktualisasikan hikmah puasa agar berhati ceria berahlak yang baik berbudi luhur,sabar jujur dan bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Atas Nama Panglima TNI saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas kinerja yang tidak pernah surut hingga saat ini, yang menunjukkan bahwa para prajurit TNI dan Pns TNI adalah insan- insan yang bertaqwa setia dan rela berkorban bagi bangsa dan negara. Saya berharap kesetiaan dan kerelaan berkorban tetap terus melekat di dalam hati sampai kapan pun. Seperti kita ketahui bersama kondisi bangsa saat ini sedang mengalami persoalan Multidimensional serta sebagai musibah baik disebabkan oleh alam maupun karena ulah manusia bahkan telah membuat masyarakat menjadi resah yang semakin menambah persoalan yang harus di hadapi bangsa indonesia seperti bencana alam tanah longsor banjir dan kebakaran hutan.

Yang paling mendasar dan saya ingatkan kembali bahwa bulan ini merupakan batas akhir dari penekanan Panglima TNI terhadap bahaya Narkoba sehingga bila ada prajurit yang terlibat maka sanksi akan” LEBIH BERAT” Penyalahgunaan Narkoba merupakan salah satu bentuk ancaman yang bertujuan untuk menghancurkan generasi muda bangsa ( lost generations) yang sudah sangat memperhatikan dan masif. Hal tentunya sangat membahayakan apabila prajurit TNI terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba, mengingat TNI merupakan Institusi pertahanan negara.

Saya tegaskan kembali, bagi prajurit yang terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba akan diberikan sanksi berat bahkan ” PEMECATAN SESUAI ATURAN” karena itu ketaatan terhadap aturan merupakan bentuk pengabdian tertinggi bagi prajurit.

Aspek lain untuk menghadapi bentuk ancaman terorisme kita harus waspada jangan sampai teror yang terjadi diluar negeri masuk Ke wilayah NKRI, tingkatkan kewaspadaan melalui diteksi dan cegah dini.

Selanjutnya pegang teguh rahasia negara dan rahasia jabatan, dalam hal.ini pengamanan berita dan.kegiatan TNI yang tertuang dalam sumpah prajurit dan Panca Prasetya Korpri, prajurit harus senantiasa memegang teguh dan mempedomani LIMA SIFAT TNI dimana pun bertugas dan berada yaitu : Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mempunyai ke Unggulan Moral, Mempunyai sifat Pantang Menyerah serta Rela Berkorban dan Mencintai Rakyat.

Sebagai atensi dan perhatian pemerintah yang luar biasa kepada kita selaku prajurit sebelum cuti bersama kita menerima gaji tiga belas dan empat belas dan tunjangan kerja ini adalah merupakan bentuk kepercayaan dan kecintaan pemerintah kepada Institusi TNI karena disiplin loyalitas dan kinerja TNI dan ini.kita jawab dengan lebih disiplin solid, dan bekerja dengan penuh dedikasi untuk NKRI.

Demikian amanat saya pada upacara bendera hari ini, semoga tuhan yang maha esa senantiasa melimpahkan kesehatan dan kekuatan kepada kita sekalian dalam melanjutkan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.(Penrem 101/Ant)