Satuan Intel Korem 101/Antasari Temukan Pupuk Oplosan

Aparat terkait pimpinan Mayor Inf Chandra W sedang   memeriksa .gudang pupukDi tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan, ada-ada saja ulah oknum tak bertanggungjawab. Salah satunya mengedarkan pupuk palsu/oplosan yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman.

Pemalsuan/oplosan pupuk terungkap setelah Satuan Intel Koren 101/Antasari nendapat laporan dari salah seorang petani di Sei Gampa Asahi Kec. Rantau Badau Marabahan bahwa dirinya setelah membeli pupuk di sebuah kios Hendra dengan pemilik, sesampainya dirumah dibuka ditemukan pupuk tersebut bercampur dengan menyerupai batu-batu seperti pasir.

Atas perintah Danrem 101/Antasari Kolonel Kav Yanuar Adil Satuan Intel Korem 101/Antasari yang dipimpin oleh Mayor Inf Chandra bergerak ke Koramil Mandastana wilayah Kodim 1005/Marabahan untuk mengadakan Koordinasi dengan para aparat terkait diantaranya dengan Polres Batola, Polsek Mandastana dan Koramil Mandastana guna menyelidiki laporan tersebut.

Setelah berkoordinasi para aparat tersebut menuju Kios H an. Rubianto Alias Pak Ndut , setelah diadakan pemeriksaan bahwa Kios tersebut merupakan Agen Pupuk di Desa tersebut, para aparat menuju Gudang penyimpanan untuk mengadakan pengecekan dan ditemukan  Pupuk pertanian/ Kapur pertanian kurang lebih 100 Karung, Dolomit / Kapur Tanah Kurang lebih 300 Karung, Pupuk pelangi 9 karung, Pupuk Organick 5 Karung dan Pupuk bersubsidi Ponscha Campuran kurang lebih 30 Karung dengan keterangan yang didapat antara lain, bahwa  pupuk berasal dari pupuk-pupuk yang tercecer didalam kapal kemudian di kumpulkan menjadi 1 dan dimasukan kedalam karung ukuran 50 Kg. Harga Per 1 Karung menurut keterangan Sdr. Gatot dijual seharga RP 75.000,- .

Selanjutnya Oleh Sdr. Gatot kemudian di jual ke Pak Rubianto (Kios Hendra, Agen penyalur Resmi Pupuk Urea Berdubsidi ) Ds. Tebing Rimbah RT.09 Mandastana Kab. Marabahan  seharga RP 90.000,-dengan keuntungan perkarung RP15.000 yag dijual lagi oleh pak Rubiyanto ke Pembeli seharga RP 100.000 s/d RP 120.000 Perkarung. Pupuk campuran terdiri dari pupuk TSP 36 / SP, Pupuk Organik, Kapur Pertanian, Fonsca.

Unuk selanjutnya permasalahan tersebut sedang ditangani pihak yang berwajib dan dengan adanya temuan tersebut dihimbau Agar masyarakat lebih berhati-hati dan curiga serta segera melaporkan ke Aparat terdekat aik itu TNI maupun Polri apabila ada yang menjual pupuk yang tidak sewajarnya. Dan untuk para aparat Desa dari Babinsa, Danramil agar selalu melakukan pendampingan kepada para Petani. Demikian juga petugas PPL agar segera tanggap apabila para petani menemukan kasus-kasus yang perlu penanganan lebih lanjut. Pinta  Danrem 101/Antasari.(Penrem 101/Ant)Aparat terkait pimpinan Mayor Inf Chandra W sedang   memeriksa gudang pupuk