Ground Breaking Cetak Sawah dan Tanam Padi Perdana

Bertempat di Desa Teluk Sirih Kec. Pulau Laut Selatan Kab. Kotabaru Prov. Kalsel telah di laksanakan Acara Ground Breaking dan gerakan tanam padi perdana di areal cetak sawah tahun 2016. Kamis (13/4) kegiatan dihadiri oleh Staf ahli Kasad Kolonel Inf Suparwanto, Dandim1004/Ktb, letkol Inf Agus Supriyono, Wakil Bupati kota baru. Ir Burhanudin, Distan Prov Kalsel dan Kab Kotabaru serta Kelompok Tani Sipapura.

            Sementara Kepala Dinas Pertanian Kotabaru, dalam laporannya menyampaikan bahwa cetak sawah yg dilaksanakan selama ini menitik beratkan pada lahan yg tdk mempunyai permasalah dan dalam pelaksanaan cetak sawah ini ada tim pengawas di antaranya dari Kodim 1004/Ktb, Polres Ktb dan Kejaksaan Ktb serta diharapkan dengan adanya cetak sawah di wil Kotabaru kususnya di Desa Teluk Sirih dapat menjadi simbul keberhasilan untuk Desa dan umumnya untuk Kab. Kotabaru.

Sedangkan Kolonel Inf Suparwanto dalam sambutannya menyampaikan pada intinya tugas TNI adalah melaksanakan Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang , yang mana dalam operasi militer selain perang salah satunya adalah membantu pemerintah daerah dalam mensukseskan sektor pertanian, dalam kegiatan ini TNI sangat menyambut antusias dan untuk mencapai keberhasilan kita harus menumbuhkan kemaun serta dalam kondisi apapun tanah apabila kita mau menanam pasti akan membuahkan hasil.

            Adapun Bupati Kotabaru dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati mengatakan bahwa sektor pertanian sebagai sektor prioritas, pertanian sangat berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, di wilayah Kab. Kotabaru sejak tahun 2003 s.d 2006 sudah mencetak sawah seluas 1.900 Ha dgn menggunakan dana APBD, tahun 2007 s.d 2014 mencapai 6.811 Ha dgn dana APBN dan pada tahun 2016 ini pemerintah daerah Kotabaru merencanakan mencetak sawah seluas 1.000 Ha di Kec. Pulau Laut Selatan, pada thn 2015 lalu pemerintah bekerjasama dengan TNI AD mencanangkan upsus dengan peningkatan Padi, jagung, kedelai, dimana kinerja ini sangat ditentukan oleh penambahan luas baku lahan sawah serta upaya pengendalian alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian untuk itu pembangunan pertanian tanaman pangan terus kita pacu dengan meningkatkan segala sumber daya yg kita miliki secara bijak dan tepat, kepada petani maupun para pelaku usaha tani agar mampu menggarap lahan pertanian ini dengan baik dan sungguh-sungguh demi terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan membangun kemajuan pertanian secara berkesinambungan.(Penrem 101/Ant)5.ktb