Bincang-bincang Jenderal Gatot N di Banjarmasin

Kepala Staf Angkatan Darat TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam acara Bincang-Bincangnya di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin menyampaikan tentang proxy war kepada para pejabat Pemda, TNI-Polri dan Komponen Masyarakat se Kalimantan Selatan, Kamis (26/3). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pangdam VI/Mlw beserta para Asisten, Gubernur beserta unsur FKPDKalsel serta para Bupati/Walikota dan unsur FKPD se Kalsel, para Tokoh Masyarakat, Agama dan Pemuda se Kalsel.
Dikatakannya dengan pesatnya populasi penduduk suatu negara di dunia yang tidak imbang dengan ketersediaan pangan, air bersih dan energi, maka di negara tersebut akan menjadi pemicu munculnya konflik-konflik baru dan pada masa sekarang, karakteristik rongrongan terhadap kedaulatan negara semakin berkembang sesuai dengan situasi dan kemajuan teknologi, perang konvensional antara dua negara dewasa ini kemungkinannya sangat kecil. Kerasnya tuntutan-tuntutan kepentingan kelompok saat ini mendorong munculnya perang-perang jenis baru di antaranya perang asimetris, perang hibrida dan perang proxy (proxy war).
Diimbuhkannya bahwa proxy war merupakan suatu konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan untuk mengurangi resiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal, biasanya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun kadang juga bisa dilakukan oleh kekuatan nonstate actors seperti LSM, Ormas, kelompok masyarakat atau perorangan.“Indikasi adanya proxy war di antaranya adalah gerakan separatis, demonstrasi massa dan bentrok antar kelompok,”
Lebih jauh Kasad menegaskan untuk mengatasi datangnya proxy war, upaya yang terbaik dan paling sederhana adalah back to basic. Cinta dan peduli terhadap kepentingan negara merupakan kepentingan tertinggi di atas segala-galanya. Adanya individu-individu yang kaya, belum tentu membuat negara menjadi sejahtera. Tapi negara yang kaya, akan membuat rakyatnya menjadi sejahtera. Semua pemimpin dari semua strata harus banyak berbuat dan beraksi, bukan hanya berbicara.
Dalam sela-sela bincang-bincangnya Jenderal Bintang empat itu juga menyatakan TNI AD mendukung program swasembada pangan yang digalakkan pemerintah pusat. “Apabila dalam tiga tahun tidak berhasil, maka saya siap mengundurkan diri,” ujar Jennderal TNI Gatot N. (Penrem 101/Ant)083