Kemhan gealar Sosialisasi Komcad di wilayah Korem 101/Ant

Negara Indonesia jangan sampai diremehkan oleh negara lain. Untuk itu sumber pertahanan negara harus dioptimalkan agar pertahanan negara tangguh dan masyarakat mendapatkan tempat dalam bela negara. Pesan ini disampaikan Brigjend TNI Santoso, Sekretaris Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementrian Pertahanan pada Sosialisasi Komponen Pendukung Pertahanan Negara bertempat di Hotel Gran Mentari Banjarmasinm pada Jumat (21/3). Sosialisasi dihadiri Rombongan Kemhan, Kasrem 101/Antasari dan diikuti TNI AD, AL, AU, dan Kepolisian serta Kesbangpol yang berjumlah 65 orang. “Harapannya setelah sosialisasi ini mereka memahami dan mengerti sistem pertahanan negara, dengan demikian menjadi tangguh dan mantap. Maka daya tangkal bangsa tidak diremehkan negara lain,” katanya. Menurutnya, pertahanan negara juga melibatkan masyarakat. Tentunya diatur dalam Undang-undang kapasitas masyarakat dalam bela negara tersebut, tidak seperti tahun 1945, angkat bambu runcing berjuang. 04
Adapun dalam sambutan tertulisnya Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Dicky Wainal Usman S.IP., M,Si yang dibacakan Kasrem 101/Antasari Letkol Inf Heri Pribadi menegaskan bahwa Komponen utama pertahanan negara adalah Tentara Nasional Indonesia yang siap digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas pertahanan. Menghadapi ancaman militer, sistem pertahanan negara yang merupakan sistem pertahanan bersifat semesta menempatkan TNI sebagai komponen utama dengan didukung oleh Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung dalam mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Penyelenggaraan sosialisasi komponen pendukung pertahanan Negara diharapkan akan membawa dampak yang positif bagi penguatan penyelenggaraan sistem pertahanan rakyat semesta sehingga menempatkan NKRI sebagai negara yang semakin kondusif.(Penrem 101/Ant)