Denzipur 8/Gawi Manuntung

Denzipur 8/Gawi Manuntung

Sesuai dengan perkembangan situasi dan tantangan tugas TNI AD dimana perlu adanya suatu satuan yang memiliki kemampuan dibidang pioner di wilayah Teritorial Kalimantan, maka Pimpinan Angkatan Darat pada saat itu memandang perlu adanya Satuan Genie Pioner. Pada tanggal 14 April 1950 Kepala Staf Angkatan Darat mengeluarkan Perintah Harian agar menyiapkan dan memperbantukan Satuan Genie Pioner pada Transmigrasi yang akan diberangkatkan ke Kalimantan dan Sumatera Selatan.

Pada tanggal 7 Juli 1950 Kepala Staf Umum Angkatan Darat mengeluarkan Perintah Harian Nomor : 515 / KSAD / P.H/1950 Kepada Komandan Genie Pioner (Letkol Suwido ) untuk memindahkan seluruh Kompi Rustamdji ke Teritorium Kalimantan. Selanjutnya pada tanggal 7 September 1950 Komandan Geni Pioner mengeluarkan Perintah Harian Nomor : 293 / PSK / GIE / P.H/1950 kepada Kompi Rustamdji untuk segera memindahkan kompinya ke Kalimantan ( KO TTK).

Terhitung mulai tanggal 1 Oktober 1950 Kompi Rustamadji secara operasional menjadi organik Komando Tentara Teritorial Kalimanatan. Maka Kompi Rustamadji inilah yang merupakan embrio terbentuknya Yonzipur-6.

Dalam perkembangan selanjutnya sesuai kebutuhan organisasi dan perjuangan pada saat itu Satuan Genie Pioner Komando Tentara Teritorial Kalimantan mengalami banyak perubahan, baik untuk sebutan satuan, personel maupun peralatannya disempurnakan untuk kepentingan tugas dan organisasi. Adapun perubahan – perubahan tersebut antara lain : Pada tahun 1951 sampai dengan tahun 1956 bernama Genie Pioner TentaraTeritorial VI/Tanjungpura. Pada tahun 1956 sampai dengan tahun 1962 berubah nama Batalyon Geni 42/VI Koanda Kalimantan. Pada tahun 1962 sampai dengan akhir tahun 1975 dengan sebutan Yonzipur 6 Dam X / Lambung Mangkurat.

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam X / Lambung Mangkurat Nomor : Sprin / 1406 / 2 / XII / 1975 tanggal 29 Desember 1975 mulailah dibentuk suatu proyek pembekuan Yonzipur-6 Dam X / Lambung Mangkurat dan dimulainya perencanaan pembentukan Detasemen Zeni Tempur 8 Dam X / Lambung Mangkurat. Dengan penyelesaian administrasi yang diperlukan sehingga pada tanggal 31 Desember 1975 terbentuklah Detasemen Zeni Tempur 8 Dam X / Lambung Mangkurat. Maka pada tanggal 31 Desember 1975 ditetapkan sebagai hari jadi Detasemen Zeni Tempur 8 Dam X/Lambung Mangkurat.

Pada tahun 1985 terjadi penyusutan dari 3 (tiga) Kodam di Kalimantan menjadi 1 (satu) Kodam yaitu Kodam VI/Tanjungpura yang berada di Balikpapan Kalimantan Timur. Berdasarkan Surat Perintah Pangdam X/Lambung Mangkurat Nomor : Sprin / 232 / III / 1985 tanggal 4 maret 1985 sebutan Detasemen Zeni Tempur 8 Dam X/Lambung Mangkurat berubah menjadi Detasemen Zeni Tempur 8 Dam VI/Tanjungpura.

Tahun 2010 menjadi tonggak sejarah baru lahirnya kembali dua Kodam yang pernah bersama-sama masyarakat Kalimantan berjuang demi NKRI. Atas pertimbangan keamanan, dengan besaran wilayah Kalimantan yang sangat luas, memiliki panjang perbatasan dengan Negara tetangga Malaysia lebih dari 1000 km dengan ragam rawan kejahatan, baik dari segi ekonomi maupun keamanan dan pertahanan, pimpinan TNI atas restu dari pemerintah, Kodam yang ada di Kalimantan kembali dimekarkan.

Denzipur 8/GM terletak di Jalan Ahmad Yani Km.30,5 Banjarbaru Kalimantan Selatan. Jarak satuan dari Kodam VI/Mlw 600 km dengan waktu tempuh jalan darat 12 jam dan waktu tempuh jalan udara 55 menit. Jarak Satuan dari Ibukota Propinsi Kalsel yaitu Banjarmasin dan Korem 101/Ant 30 km dengan waktu tempuh perjalanan darat 30 menit.

Nama–Nama Pejabat Dandenzipur 8/GM :
1. Mayor Czi Rukman Ahmad (1998-1999)
2. Mayor Czi Rahmat Triyono (1999-2001)
3. Mayor Czi Kun Wardana ( 2001-2002)
4. Mayor Czi Jamallulael (2002-2005)
5. Mayor Czi Awang P.L (2005-2006)
6. Mayor Czi Arif Hartoto (2006-2008)
7. Mayor Czi Mahfud Ghozali (2008-2010)
8. Mayor Czi Tommy Arief Susanto (2010-2011)